Jumat, 30 Mei 2014

Kudeta Militer Thailand

KUDETA MILITER DAN JAM MALAM DI THAILAND

 


Situasi politik di Thailand sedang kacau dan memanas antara elit politik, ditengah kekacauan,militer Thailand pimpinan Panglima AD Jendral Prayuth  Chan-Oca melancarkan kudeta. Tokoh politik,pejabat dan mantan anggota kabinet, akademisi, wartawan dan aktivis kritis langsung ditahan, termasuk mantan PM Yingluck Shinawatra, adik Thaksin Shinawatra. Langkah pertama saat ini adalah memulihkan keamanan, ketenangan dan ketertiban kata Letnan Jenderal Chatchalerm Chalermsukh.

Kudeta Militer di Thailand telah berlangsung sepekan, militer Thailand belum menetapkan kerangka waktu untuk mengadakan pemilu. Militer beralasan, situasi di Thailand belum kondusif dan belum bisa diterapkan prinsip prinsip demokrasi secara normal.Menurut pihak militer hal tersebut didukung unjuk rasa yang masih bermunculan pasca kudeta.

Unjuk rasa anti kudeta selama pekan ini  masih dalam kondisi normal dan rata rata diikuti 1000-2000 orang pengunjuk rasa. Lokasi yang paling sering digunakan pengunjuk rasa yakni bundaran Monumen Kemenangan di kota Bangkok. Untuk mengantisipasi unjuk rasa ratusan tentara memblokade semua ruas jalan menuju monumen dan mulai pukul 16.00 toko toko diperintahkan tutup.

Unjuk rasa yang terjadi digelar oleh ratusan mahasiswa di Universitas Thammasat, Bangkok , mereka menamakan diri Pusat Mahasiswa Thailand Untuk Demokrasi. Dalam pernyataan sikap, mereka mendesak Dewan Pemelihara Ketertiban Dan Perdamaian Nasional segera dibubarkan, dan jika tetap dibubarkan mereka akan berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar.

Menanggapi pernyataan sikap tersebut, pihak militer segera memberlakukan jam malam. Jam malam diberlakukan dari jam 22.00 - 05.00. Jam malam akan di cabut atau dilonggarkan apabila situasi telah kondusif, unjuk rasa mereda dan gejolak unjuk rasa berkurang.