Selasa, 17 Juni 2014

PERANG MOSUL

MILITER IRAK GEMPUR MOSUL, TIKRIT & FALLUJAH

 
Pasukan Pemerintah Irak, Selasa 16/6 , mulai menggempur dan melancarkan serangan balik untuk merebut kembali kota Mosul dan Tikrit dari tangan pasukan Negara Islam di Irak. Pesawat tempur Irak menggempur kota Mosul melalui serangan udara secara besar besaran. Pesawat angkut militer juga menerjunkan pasukan payung disekitar kawasan Baiji yang dikuasai pasukan Negara Islam. Pertempuran sengit terjadi disejumlah wilayah seperti sekitar Tikrit dan Fallujah.
Dalam pertempuran sengit tersebut, lima tentara Irak dilaporkan tewas dan 10 lainnya luka berat, sementara dari pihak pasukan Negara Islam belum ada laporan jumlah pasukan yang tewas. Dalam pertempuran di sekitar Mosul dikabarkan tujuh pasukan Negara Islam Irak tewas akibat serangan udara yang dilancarkan pasukan pemerintah. Pasukan Pemerintah membangun barikade pertahanan di sekitar kota Baghdad, barikade tersebut untuk mengantisipasi serangan balik oleh pasukan Negara Islam.
Mantan PM Irak, Iyad Alawi dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN mengatakan, Irak diambang perpecahan, area sekitar Baghdad sudah jatuh ke tangan pasukan Negara Islam. Pemerintah PM Maliki dinilai tidak mampu mengembalikan wilayah wilayah yang telah jatuh ketangan pasukan Negara Islam. Alawi yang berasal dari kelompok syiah sekuler adalah musuh politik Maliki yang dekat dengan para pemimpin Sunni.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menegaskan tidak akan mengirim pasukan darat ke Irak. Juru bicara Departement Pertahanan AS Laksamana John Kirby telah memerintahkan kapal pengangkut pesawat USS HW Bush menuju teluk persia untuk memantau krisis bersenjata di Irak. Sementara itu, mantan utusan khusus PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi mengatakan krisis di Irak terjadi akibat komunitas internasional mengabaikan konflik berkepanjangan yang terjadi di Irak. Konflik yang berkepanjangan tersebut semakin meluas dan tidak hanya terkonsentrasi di sekitar Mosul, Tikrit dan Fallujah.