Senin, 30 Juni 2014

Kenaikan Harga Bulan Ramadhan

KENAIKAN HARGA SEMBAKO DI BULAN RAMADHAN

 


Kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok di bulan Ramadhan di perkirakan bakal memicu kenaikan inflasi di bulan Juli ini, apalagi ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga barang barang impor menjadi lebih mahal sehingga membawa inflasi akan berada dikisaran 0,3-0,5 persen. Perkiraan inflasi mengalami peningkatan dari 0,14 persen (juni 2014) menjadi 0,46 persen (juli 2014) , kenaikan ini lebih disebabkan efek kenaikan di saat bulan puasa atau musiman yang membuat hampir semua bahan makanan mengalami kenaikan, seperti beras, daging ayam, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, terigu, cabai, susu dan mie instan. Semua bahan makanan mengalami peningkatan harga dan ditambah lagi dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang juga berdampak terhadap kenaikan harga barang.

Kenaikan konsumtif bahan makanan dan minuman, semuanya terkait dengan puasa dan Idul Fitri mengalami peningkatan seperti transportasi dan telekomunikasi. Efek penundaan rencana kenaikan gas LPG 12 kg juga turut andil membuat inflasi Juli dapat berlari kencang, pasalnya jika elpiji 12 kg naik bakal terjadi peningkatan inflasi yang signifikan. Selain itu juga dampak peningkatan inflasi diakibatkan oleh kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) di bulan Juli ini. Kenaikan juga dipengaruhi oleh sejumlah distributor yang sengaja menyimpan/ menimbung barang, sehingga jalur pasokan berkurang dan menyebabkan tingkat permintaan terhadap barang tersebut meningkat dan bisa berakibat terhadap peningkatan harga barang lainnya.

Menteri Kordinator Perekonomian, Chairul Tanjung, mengatakan untuk inflasi di bulan Juli diperkirakan akan mengalami peningkatan karena adanya faktor lebaran, tahun ajaran baru, maupun liburan sekolah. Pemerintah terus mengupayakan stabilisasi harga pangan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, menurut laporan beberapa menteri terkait masalah suplai stok dan kebutuhan serta harga sejumlah barang mengalami kenaikan yang drastis. Chairul Tanjung mengatakan harga pangan yang mengalami kenaikan ada di empat komoditas yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah dan bawang putih. Pemerintah berusaha mengendalikan harga yaitu dengan cara bazzar sembako murah yang bertujuan sedikit menekan laju inflasi bulan Juli 2014.