Senin, 30 Juni 2014

Blusukan Jokowi

BLUSUKAN JOKOWI STRATEGI PEMENANGAN PALING EFEKTIF

 



Calon Presiden Joko Widodo atau JOKOWI mengaku sudah memetakan keberadaan massa mengambang atau pemilih yang masih ragu untuk menentukan pilihan. Masyarakat bisa membedakan mana calon yang bekerja dan mana calon yang hanya menawarkan wacana. Jokowi mengaku sudah mempunyai strategi untuk merebut suara swing voter pada tanggal 9 Juli 2014, Jokowi sudah meneliti dan memetakan golongan tersebut. Sejumlah lembaga survei mengatakn persentasi swing voter masih sangat tinggi, jumlah suara mengambang sekitar 20%. Jokowi tidak menjual janji janji muluk kepada rakyat, Jokowi meyakini " blusukan adalah strategi yang paling efektif, bertemu langsung dengan masyarakat bisa menciptakan suatu wacana riil tentang permasalahan yang terdapat di masyarakat.

Dalam rangka menyerap aspirasi, kemarin Jokowi juga blusukan ke sejumlah tempat di DKI Jakarta dan Banten, Jokowi menyambangi Mall Bintaro, mall juga penting untuk dikunjungi sebagai salah satu bentuk menyerap aspirasi rakyat. Pada kesempatan ini, Jokowi juga mengatakan akan menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara guna merevitalisasi pasar pasar tradisional diseluruh Indonesia.

Dalam acara buka puasa bersama dengan partai Nasdem, ketua umumnya yaitu Surya Paloh sangat yakin pasangan Jokowi - JK mampu memenangi pemilu PilPres 2014. Jokowi adalah tokoh baru yang dicalonkan secara beretika, ini adalah cara baru yang diperkenalkan oleh koalisi tanpa harus memikirkan bagi bagi kursi dan jabatan. Petinggi partai yang hadir dalam acara tersebut diantaranya :
  1. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto
  2. Ketua Umum PKPI, Sutiyoso
  3. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Sementara itu, tim sukses Jokowi - JK optimis bisa mengantarkan pasangan nomor urut 2 itu menang di 33 provinsi, kemenangan akan diraih dengan selesih 7-8 % dari lawan. Tim sukses tetap optimis, walaupun dengan semakin gencarnya kampanye Prabowo dan telah mengklaim punya 21 kepala daerah.Kita tetap optimis dapat suara maksimal di setiap provinsi, dan tetap yakin blusukan Jokowi dapat mendongkrak persentase pemilih PilPres 9 Juli 2014.