Jumat, 08 Agustus 2014

Virus Ebola Melanda Liberia

Virus Ebola Melanda Liberia & Kawasan Afrika

 


Negara Liberia dan negara negara dikawasan Afrika dalam keadaan darurat untuk menanggulangi Virus Ebola, suatu penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Korban keganasan Virus Ebola terus bertambah, biasanya gejala awalnya terserang Virus Ebola adalah sebagai berikut :
  1. Virus Ebola menyerang sistem peredaran darah, gejalanya sangat mirip dengan penyakit demam, nyeri otot persendian, radang tenggorokan dan sakit kepala
  2. Gejala tersebut disertai oleh mual,muntah, diare dan disertai dengan timbulnya bintik bintik merah di kulit (biasanya di bagian tangan & muka ).
  3. Menyerang sistem pendarahan luar maupun pendarahan organ dalam yang mengakibatkan gangguan fungsi hati, lambung, ginjal dan jantung.
Penularan Virus Ebola sangat cepat dan mematikan, berikut ini cara penularan Virus Ebola :
  1. Virus Ebola menular melalui udara, air, makanan biasanya menjangkiti kawasan yang kotor, berbau, gelap dan tidak sehat.
  2. Virus Ebola menular lewat kontak langsung dengan penderita, dan juga bisa menyebar melalui pakaian dan biasanya pakaian yang telah dipakai oleh korban Virus Ebola harus dibakar.
  3. Virus Ebola menular lewat peredaran darah, yaitu penggunaan jarum suntik yang telah dipakai untuk korban Virus Ebola, kemudian digunakan untuk menyuntik ke seseorang yang belum terinfeksi Virus Ebola.
Virus Ebola lebih mematikan dari Virus HIV (AIDS ), apabila seseorang terjangkit Virus Ebola maka harapan hidup orang tersebut tinggal menghitung hari dalam 2 minggu.

Negara Liberia membutuhkan langkah yang luar biasa untuk menanggulangi Virus Ebola demi keberlangsungan negara dan demi keselamatan nyawa penduduk dikawasan Afrika, mengingat penyebaran Virus Ebola sangat cepat & mematikan. Nigeria telah mengumumkan status keadaan darurat dalam menghadapi penyebaran Virus Ebola dan memberlakukan keadaan darurat sampai 100 hari kedepan.

Virus Ebola yang melanda Liberia semakin diperparah, lantaran sebagian besar penduduk justru merawat korban Virus Ebola berbarengan dalam satu rumah tanpa ada sekat isolasi udara. Data Badan Kesehatan Dunia mencatat 987 orang meninggal akibat virus tersebut, 292 diantaranya berasala dari Nigeria, namun hal ini belum mencakup laporan keseluruhan, dikarenakan banyak dari para korban yang meninggal bukan berasal dari tempat isolasi belum didata.

Menanggapi makin mewabahnya virus tersebut, pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi yang berencana mengunjungi kawasan negara negara Afrika terutama Liberia. Selain pemerintah Indonesia, pemerintah Arab Saudi juga melakukan antisipasi pencegahan yaitu dengan menangguhkan pemberian visa bagi negara negara yang terjangkiti Virus Ebola. Hal ini terpaksa dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi guna menghindari penyebaran Virus Ebola ke jamaah haji dari negara lain yang bukan dari kawasan yang terjangkit Virus Ebola.

Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengatakan perlu upaya yang serius untuk mencegah dan mengobati Virus Ebola, ia mengatakan masih terlalu dini untuk melakukan pengiriman obat Zmmap yang berkasiat melemahkan Virus Ebola. Menurut penuturan Obama, obat tersebut masih belum teruji secara klinis sehingga masih belum bisa diberikan kepada negara negara yang terjangkit Virus Ebola khususnya Nigeria. Keefektifan Zmmap baru dicoba kepada dua petugas medis AS yang terjangkiti Virus Ebola yaitu Nancy Writebol dan Kent Brantly.

Eksperimen secara klinis terhadap kedua petugas medis tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan, obat Zmmap hanya memperlemah Virus Ebola untuk sementara waktu, walaupun kondisi kedua petugas medis tersebut telah berangsur membaik. Dalam pertemuan negara Amerika - Afrika, Obama menjanjikan untuk terus mengembangkan obat Zmmap dan berjanji akan terus memberikan bantuan medis kepada negara negara kawasan Afrika khususnya Liberia.