Minggu, 20 April 2014

OTAK MANUSIA LEBIH CANGGIH DARI OTAK KOMPUTER
 
Pada masa lalu orang lebih banyak mengandalkan otak kanan saja. Segala sesua diselesaikan dengan menggunakan otak kanannya. Misal, ada orang yang sakit maka mereka mengambil daun lalu dimasak dan airnya diminum, maka si sakit bisa sembuh. Ketika ditanya alasannya? Jawabannya adalah “saya juga tidak tahu kenapa menggunakan daun itu, tapi hati saya yakin dengan daun ini penyakit akan sembuh”. Itulah insting dan kadang menjadi mistik. Jadi zaman dahulu orang pure menggunakan otak kanannya, meski sekarang pun ada yang demikian.
 
Periode berikutnya ketika ilmu terus pesat berkembang dan berkiblat kepada ilmu barat maka penggunaan otak kanan mulai ditinggalkan diganti optimalisasi otak kiri. Maka dibangunlah metode penelitian yang rumit, teori-teori yang detil, dan argumentasi ilmiah tentang sesuatu. Sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Dan di zaman itu orang sangat fokus pada metode penelitiannya bukan pada penemuan itu sendiri. Sehingga yang terjadi kemudian adalah orang menjadi budak industri, mereka bekerja amat keras, lupa kebutuhan spiritual bahkan lupa membahagiakan diri sendiri.  
 
Maka era modern adalah era dimana orang maju adalah orang dapat menyatukan kemampuan otak kanan dan kiri secara seimbang.
 
Apa itu otak?
 
Otak terdiri dari berbagai sel saraf, dan secara fisik organ ini berbentuk gumpalan, yang cendrung berwarna kelabu. Dalam gumpalan ini mengalir milyaran arus listrik, yang gunanya menyampaikan informasi, memberi perintah keseluruh tubuh, berupa gerak, rasa, dsb. Arus listrik inilah yang membuat kita bergerak, melihat, merasa, dsb. Sehingga ketika kita melihat huruf demi huruf, maka kita kemudian akan mampu merangkainya menjadi sebuah kata yang bermakna dan seterusnya. Otak inilah yang kemudian mengendalikan berbagai prilaku kita sehari-hari dalam beraktivitas, baik yang pasif (seperti tidur), serta yang aktif (seperti bekerja, berfikir, dsb).
          
          Meski otak merupakan himpunan beberapa sel, otak hanya bekerja dengan sel saraf. Sistem saraf inilah yang menyampaikan informasi ke otak untuk diolah, ditafsirkan, kemudian dikembalikan lagi menjadi perintah untuk berperilaku; ketika Anda menemukan sesuatu, maka otak berusaha mencocokkannya dengan ingatan-ingatan yang dulu pernah terekam dalam penyimpanan otak, dan jika hal itu lama kita temukan maka dahi kita pun kemudian akan berkrenyit.
 
Otak Kiri, Tekun Pasti Sukses
             
         Secara umum otak kita terbagi menjadi; otak besar, otak kecil, dan batang otak. Otak besar terbagi lagi menjadi dua bagian (hemisfer) kiri dan kanan. Bagian kiri dan kanan memiliki fungsi yang berbeda.
       Bagian kiri berfungsi sebagai pusat bahasa, dalam arti bekerja untuk hal-hal yang berkaitan dengan pengertian bahasa verbal, dan pusat berpikir, pusat baca tulis, serta matematika (diatur di pusat baca tulis itu juga). Ia lebih berperan dalam cara berpikir orang yang matematis, cara bicara yang bagus, teratur, dan rapi. Minsalnya dalam hal berpendapat yang berdasarkan logika.
 
Otak Kanan, Santai Tapi Juga Sukses
         
         Otak kanan secara struktural sama dengan otak kiri, tetapi ada perbedaan fungsi. Otak kanan lebih banyak berfungsi untuk kemampuan memahami dan menikmati melodi, musik, imajinasi, kreativitas, instuisi, insting, dan fantasi. Termasuk di dalamnya memahami hal-hal yang berbau religius dan mistis.
           Bakat olah raga seperti atletik, senam, renang, menunjukkan otak motorik kiri yang bekerja bagus. Hal ini mungkin terjadi oleh pengaruh faktor genetik, yaitu untuk otot-otot motorik tertentu ia lebih terampil. Selain itu juga dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan sejak kecil. Maksudnya, ia sudah sering melatih menggunakan otak-otaknya sejak kecil, otak yang mengatur gerakan ototnya itu juga ikut berkembang.  

Mengap Harus Seimbang?
            
           Perlu dipahami bahwa dalam otak, semua lobus itu bekerja secara berkaitan dan otak sama pentingnya, walau masing-masing mempunyai fungsi yang khusus, tapi itu semua harus dujalankan bersama-sama dengan yang lain. Kedua bagian otak itu memang berbeda  fungsinya tapi sehari-hari mestinya bekerja sama dengan serasi dan integratif. Bayangkan, jika hanya otak sebelah kiri saja yang bekerja, maka tidak aka nada warna kehidupan dari orang tersebut monoton. Jadi, amat salah jika dikira ketika otak kanan bekerja, saat itu otak kiri nganggur atau sebaliknya.
         Di antara otak sebelah kiri dan kanan terdapat korpus kolosum. Bagian inilah menghubungkan kedua bagian otak itu. Jika kerjanya serasi, maka orang tersebut bisa menggunakan kedua bagian otaknya secara seimbang. Jika Anda menggunakan keduanya secara benar, maka Anda adalah orang yang cerdas dan mempunyai hati nurani. 
          Kebanyakan orang tua beranggapan bahwa anaknya pintar jika mereka pandai berhitung, membaca dan menulis. Anak yang pandai dalam urusan seni dianggap tidak intelek, bodoh, dan tidak ilmiah. Anggapan ini tentulah keliru.
            Pendidikan di Indonesia seakan-akan lebih menitikberatkan pada fungsi otak kiri. Para siswa dituntut harus pintara dalam ilmu berhitung, membaca dan menulis. Mereka harus mengerjakan tugas-tugas berhitung dan menghafal, bahkan ada yang pada sore harinya harus mengikuti les tambahan pelajaran.
            Untuk menyeimbangkan kecenderungan dominasi dari otak kiri, perlu dimasukkan musik, seni, estetika atau hal lain yang berhubungan dengan otak kanan dalam pengalaman belajar dan kehidupan anak. Semua itu menimbulkan emosi positif yang membuat otak lebih efektif. Emosi yang positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang mengarah kepada keberhasilan. Jika tidak melakukan upaya tertentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam kehidupan anak Anda.



Jika Otak Anda Kurang Maksimal, Mungkin Ini Sebabnya
    
 Sebagaimana dikutip dari situs Healthmad, berikut 10 hal yang harus kita minimalisir agar otak kita tetap cemerlang.
1.  Sering tidak sarapan pagi. Jangan sepelekan sarapan. Orang yang tidak sarapan pagi akan memiliki kadar gula yang rendah. Ini akan membuat otak kekurangan gizi yang cukup untuk dipakai belajar. Kurangnya suplai gizi di pagi hari akan membuat kemampuan otak cepat menurun.
2.  Makanan dengan porsi berlebihan. Sebaliknya jika sering makan (waktu apa saja) secara berlebihan akan mengeraskan pembuluh darah yang ada di otak ini akibatnya dapat menurunkan kekuatan mental.
3.  Merokok. Merokok memberi banyak kerugian pada manusia. Untuk otak, merokok bisa menyebabkan otak menyusut dan memicu penyakit pikun (Alzheimer). Sel-sel saraf akan menyusut pada bagian hippocampus dan korteks depan yang berfungsi menyimpan memori.
4.  Konsumsi gula yang berlebih. Hati-hati juga dengan terlalu banyak makan yang manis-manis atau gula. Ini akan mengganggu proses penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh akan mengalami malnutrisi (kekurangan gizi) dan akhirnya mengganggu perkembangan otak. Jangan biasakan minum yang terlalu manis atau sering-sering makan permen.
5.  Polusi udara. Otak adalah penyalur energi tersebut bagi tubuh. Karena itu tidak salah jika otak merupakan organ yang paling banyak memerlukan oksigen. Maka menghirup udara yang penuh polusi akan mengurangi suplai oksigen ke otak dan akhirnya mengurangi efesien otak dalam bekerja.
6.  Kurang tidur. Tidak boleh tidur terlalu banyak dan tidak boleh tidur terlalu sedikit. Karena tidur membuat otak beristirahat. Kekurangan tidur secara terus menerus sama saja membunuh sel otak perlahan-lahan karena otak dipaksa tetap on padahal ia sedang butuh istirahat.
7.  Menutup kepala saat tidur. Tidur dengan cara demikian akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke otak. Saat bernafas dengan kepala tertutup, karbondioksida dari hasil bernafas akan masuk kembali ke tubuh dan ini sangat berbahaya.
8.  Memaksakan diri bekerja saat sakit. Sakit adalah masa tubuh kita melakukan pemulihan atas sesuatu yang tidak beres, dan otak sangat berperan di sini. Maka jangan memaksakan otak bekerja terlalu berat. Ini sangat tidak baik dan bisa merusak otak.
9.  Jarang bicara. Percakapan akan membantu seseorang untuk terus mengaktifkan sel-sel otak, apalagi percakapan yang ilmiah atau ‘agak berat’ bukan percakapan kosong. Orang yang jarang berbicara akan membiarkan banyak sel otaknya mati perlahan-lahan karena tidak pernah mengaktifkan.
 
Jarang merangsang pikiran. Rangsanglah otak untuk selalu berpikir. Karena ini sangat baik untuk melatih otak, sel-sel otak yang tidak berkembang akan segera mati. Untuk itu kita bisa melakukannya dengan membaca, menulis, diskusi, mendengar ceramah atau pidato, atau mengisi TTS, dan game-game yang bermanfaat.